7 Stop Ubud sampai Kintamani yang Bisa Kamu Susun Jadi One Day Trip
Ubud dan Kintamani adalah dua area Bali yang sering masuk dalam daftar perjalanan wisatawan.
Ubud menawarkan suasana budaya, sawah, hutan, café, dan pengalaman Bali yang lebih tenang.
Sementara Kintamani memberikan pemandangan pegunungan, udara lebih sejuk, dan panorama Gunung Batur yang berbeda dari area Bali lainnya.
Masalahnya, banyak traveler mencoba memasukkan terlalu banyak tempat dalam satu hari.
Akhirnya itinerary terlihat menarik di atas kertas, tetapi kenyataannya lebih banyak waktu habis di jalan.
Untuk membuat Ubud Kintamani itinerary yang nyaman, kuncinya bukan mengejar sebanyak mungkin destinasi.
Kuncinya adalah urutan area.
Mulai dari area yang lebih dekat.
Naik menuju Kintamani saat waktu terbaik.
Lalu kembali turun dengan flow yang masuk akal.
Kalau kamu ingin membuat Bali day trip menggunakan rental mobil Bali, rute berikut bisa menjadi gambaran perjalanan satu hari yang lebih realistis.
Start Early, Karena Ubud dan Kintamani Punya Banyak Stop
Sebelum membahas rute, ada satu hal penting.
Mulai lebih pagi.
Untuk perjalanan kombinasi Ubud dan Kintamani, waktu keberangkatan sangat menentukan.
Idealnya mulai sekitar pukul 07.00–08.00.
Kenapa?
Karena kamu akan melewati beberapa area populer.
Semakin siang, beberapa titik bisa menjadi lebih ramai.
Selain itu, Kintamani memiliki suasana terbaik ketika kamu masih bisa menikmati udara sejuk dan panorama tanpa terlalu terburu-buru.
Perjalanan ini bukan tentang mengumpulkan tujuh foto di tujuh tempat berbeda.
Tetapi membuat satu hari yang flow-nya nyaman.
Stop 1 — Tegalalang Rice Terrace

Area: Tegalalang, Ubud
Estimasi waktu kunjungan: 45–60 menit
Mulai perjalanan dari area Ubud bagian utara.
Tegalalang Rice Terrace menjadi salah satu stop yang cocok untuk membuka perjalanan karena memberikan suasana khas Ubud.
Pagi hari adalah waktu yang ideal.
Udara masih lebih nyaman.
Cahaya juga lebih bagus untuk menikmati pemandangan.
Tidak perlu membuat stop terlalu lama.
Untuk one day trip, sekitar satu jam biasanya sudah cukup untuk berjalan santai, menikmati view, dan mengambil foto.
Dari sini, perjalanan masih berada di area Ubud sehingga belum terlalu menguras waktu di kendaraan.
Stop 2 — Tirta Empul Temple

Area: Tampaksiring
Estimasi perjalanan dari Tegalalang: sekitar 20–30 menit
Setelah menikmati suasana sawah, lanjut menuju area Tampaksiring.
Tirta Empul menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dimasukkan karena memberikan pengalaman berbeda.
Jika Tegalalang lebih fokus pada alam dan landscape, Tirta Empul memberikan sisi budaya Bali.
Saat membuat Bali itinerary, kombinasi seperti ini biasanya lebih menarik.
Tidak hanya melihat tempat.
Tetapi mendapatkan variasi pengalaman.
Namun tetap perhatikan waktu.
Jangan menghabiskan terlalu lama di satu lokasi jika tujuan berikutnya adalah Kintamani.
Ingat, perjalanan menuju area pegunungan membutuhkan waktu.
Stop 3 — Kintamani View Point

Area: Kintamani
Estimasi perjalanan dari Tirta Empul: sekitar 45–60 menit
Ini adalah bagian utama dari perjalanan.
Dari area Ubud, perjalanan mulai naik menuju Kintamani.
Perubahan suasana biasanya cukup terasa.
Udara lebih dingin.
Pemandangan mulai berubah.
Dan area pegunungan mulai terlihat.
Kintamani menjadi alasan banyak traveler memasukkan area ini ke dalam Ubud Kintamani itinerary.
Di sini kamu bisa menikmati panorama Gunung Batur, area kaldera, dan suasana pegunungan Bali.
Saran penting:
Jangan membuat terlalu banyak target setelah sampai Kintamani.
Berikan waktu untuk menikmati view.
Karena perjalanan ke sini bukan hanya tentang sampai.
Tetapi juga menikmati perubahan suasana selama perjalanan.
Stop 4 — Lunch dengan View Kintamani

Area: Kintamani
Estimasi waktu: 60–90 menit
Salah satu keuntungan menyusun rute Ubud ke Kintamani adalah kamu bisa menjadikan makan siang sebagai bagian dari pengalaman.
Daripada terburu-buru berpindah tempat, gunakan waktu ini untuk istirahat.
Perjalanan dari pagi sudah cukup panjang.
Traveler sering lupa bahwa makan dan istirahat juga bagian dari itinerary.
Terutama jika melakukan Bali road trip.
Pilih tempat makan dengan view yang nyaman.
Duduk lebih lama.
Nikmati suasana.
Karena setelah ini kamu masih memiliki beberapa stop sebelum kembali turun.
Stop 5 — Coffee Stop atau Area Santai Ubud
Area: Ubud
Estimasi perjalanan dari Kintamani: sekitar 45–60 menit
Setelah selesai dari Kintamani, kamu bisa mulai turun kembali menuju Ubud.
Daripada langsung mengejar destinasi besar, pilih satu stop santai.
Misalnya café atau tempat untuk menikmati kopi.
Ini penting terutama jika kamu melakukan perjalanan bersama pasangan, keluarga, atau teman.
Tidak semua stop harus berupa tempat wisata besar.
Kadang satu jam duduk santai justru membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan.
Itinerary yang terlalu penuh sering membuat traveler merasa seperti sedang mengejar waktu.
Padahal tujuan utama adalah menikmati Bali.
Stop 6 — Ubud Center

Area: Ubud
Estimasi waktu: fleksibel
Jika waktu masih memungkinkan, lanjutkan ke area Ubud Center.
Kamu bisa menggunakan waktu ini untuk berjalan santai, melihat toko lokal, mencari makan, atau menikmati suasana sore.
Karena area Ubud cukup luas, pilih aktivitas yang memang sesuai dengan energi kamu.
Jangan memaksakan terlalu banyak tempat.
Kalau sejak pagi sudah mengunjungi sawah, pura, dan Kintamani, sore hari sebaiknya dibuat lebih ringan.
Stop 7 — Sunset atau Dinner Area

Area: Menyesuaikan arah kembali
Estimasi waktu: sore–malam
Stop terakhir tidak harus menjadi destinasi besar.
Bisa berupa dinner sebelum kembali ke hotel.
Atau tempat santai yang masih searah dengan rute pulang.
Banyak traveler membuat kesalahan dengan memasukkan destinasi terakhir yang terlalu jauh.
Padahal setelah satu hari perjalanan, energi sudah berbeda.
Penutup yang nyaman biasanya lebih berkesan dibanding mengejar satu lokasi tambahan.
Apakah 7 Stop Terlalu Banyak untuk Satu Hari?
Jawabannya tergantung bagaimana kamu mengaturnya.
Tujuh stop terdengar banyak.
Tetapi beberapa stop di atas sifatnya fleksibel.
Kamu tidak harus menghabiskan waktu lama di setiap lokasi.
Yang penting adalah memahami prioritas.
Kalau Kintamani adalah tujuan utama, jangan korbankan terlalu banyak waktu sebelum sampai.
Kalau ingin menikmati Ubud lebih santai, kurangi jumlah stop.
Untuk Bali day trip, kualitas perjalanan sering lebih penting daripada jumlah destinasi.
Rute yang realistis biasanya memiliki:
- Start lebih pagi
- Area yang berurutan
- Waktu istirahat
- Tidak terlalu banyak pindah arah
- Kendaraan yang sesuai kebutuhan
- Pilih Transportasi Sesuai Style Perjalanan
Untuk rute seperti Ubud sampai Kintamani, pilihan transportasi akan memengaruhi pengalaman perjalanan.
Sebagian traveler memilih menggunakan driver Bali karena ingin duduk santai dan tidak memikirkan navigasi.
Pilihan ini bisa cocok untuk traveler yang baru pertama kali ke Bali, memiliki itinerary padat, atau ingin fokus menikmati perjalanan.
Namun, ada juga traveler yang lebih suka self drive Bali.
Terutama mereka yang:
- Sudah punya itinerary sendiri
- Ingin mengatur waktu perjalanan
- Tidak ingin mengikuti jadwal orang lain
- Ingin berhenti sesuai kebutuhan
Tidak ada pilihan yang selalu paling benar.
Yang penting adalah menyesuaikan dengan cara kamu menikmati Bali.
Kalau memilih self-drive, pastikan kamu sudah memahami rute, memperhatikan kondisi jalan, dan membuat jadwal yang realistis.
Pilih Mobil yang Match untuk Ubud Kintamani Trip Bersama Bali Ratih Rental
Bali Ratih Rental menyediakan layanan rental mobil Bali untuk traveler yang ingin mengatur perjalanan mereka sendiri selama berada di Bali.
Untuk rute seperti Ubud sampai Kintamani, pemilihan mobil sebaiknya tidak hanya berdasarkan model.
Pertimbangkan bagaimana mobil tersebut akan digunakan.
Apakah pergi berdua?
Bersama keluarga?
Membawa banyak barang?
Melakukan perjalanan satu hari penuh?
Karena setiap kondisi membutuhkan pilihan yang berbeda.
Bali Ratih Rental memiliki pilihan armada seperti Brio, Raize, Rocky, Avanza, Xenia, Xpander, dan XL7.
Untuk couple atau traveler dengan barang bawaan minimal, Brio bisa menjadi pilihan yang practical.
Ukurannya compact dan mudah digunakan untuk perjalanan harian.
Raize dan Rocky bisa dipertimbangkan bagi traveler yang ingin karakter SUV style dengan format yang tetap nyaman digunakan untuk perjalanan Bali.
Untuk family atau group kecil, Avanza dan Xenia menjadi pilihan yang familiar.
Sedangkan Xpander dan XL7 dapat dipertimbangkan jika membutuhkan ruang kabin lebih lega untuk penumpang maupun luggage.
Sebelum memilih unit, lihat dulu kebutuhan perjalanan.
Berapa orang yang ikut?
Berapa lama perjalanan?
Berapa banyak barang bawaan?
Apakah akan melewati banyak area?
Apakah perjalanan membutuhkan ruang ekstra?
Selain pemilihan mobil, pastikan juga detail rental sudah clear sejak awal.
Mulai dari durasi penggunaan, kondisi mobil saat serah-terima, pickup, return, hingga kontak admin.
Hal-hal kecil seperti ini membantu perjalanan self-drive menjadi lebih nyaman.
Karena perjalanan yang baik bukan hanya tentang destinasi yang dikunjungi.
Tetapi bagaimana kamu menikmati setiap bagian dari perjalanan tersebut.
Kalau kamu sudah punya plan untuk menjelajahi Ubud dan Kintamani, pilih kendaraan yang mengikuti itinerary kamu.
Pick your car, set your plan, and drive with Bali Ratih Rental.
Berita & Artikel
Berita & Artikel
Panduan Lengkap: Sewa Mobil di Bali dengan Baliratih Rental
14 February 2023
10 Destinasi Terbaik Yang Bisa Dijelajahi Dengan Sewa Mobil di Bali Dari Bali Ratih Rental
22 February 2023
5 Alasan Mengapa Bali Ratih Rental Adalah Pilihan Terbaik Untuk Sewa Mobil di Bali
22 February 2023
Nikmati Liburan Murah Meriah di Bali dengan Sewa Mobil dari Baliratih Rental
23 February 2023
Cari Sewa Mobil di Bali yang Murah dan Berkualitas? Baliratih Rental Solusinya!
23 February 2023
Hemat Budget Liburan di Bali dengan Sewa Mobil di Baliratih Rental
23 February 2023
Tips Sewa Mobil di Bali Saat Liburan Sekolah Bulan Juni
30 May 2026
Rekomendasi Rute Wisata Bali Bulan Juni dengan Mobil Rental
30 May 2026
Panduan Sewa Mobil Bali Saat Liburan Keluarga Bulan Juli
29 June 2026
Rute Wisata Budaya Bali Saat Pesta Kesenian Bali dengan Mobil Rental
29 June 2026